Di Akhir Masa Jabatan, DPRD Bengkalis Gagal Sahkan Sejumlah Ranperda

Di Akhir Masa Jabatan, DPRD Bengkalis Gagal Sahkan Sejumlah Ranperda
kantor DPRD Bengkalis
Di penghujung masa jabatannya yang tinggal beberapa hari lagi, DPRD Bengkalis menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan laporan sejumlah Panitia Khusus (Pansus) dan pengambilan keputusan, Rabu (10/9/2014).

Sekedar informasi, anggota DPRD priode 2009-2014 akan berakhir masa jabatannya tanggal 15 Desember ini, menyusul akan dilantiknya anggota DPRD terpilih masa bakti 2014-2019.

Agenda rapat paripurna mendengarkan laporan Panitia Khusus (Pansus) tentang Ranperda Pemekaran Kecamatan, Pengolahan Sampah, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penyampaian Pembentukan Kota Duri oleh Komisi I. Sementara Pansus Masalah Lahan PT Arara Abadi gagal dilaporkan, karena ketua pansusnya mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Bengkalis.

Hendri selaku Ketua Pansus Hak Inisiatif Dewan tentang Pemekaran Kecamatan menyampaikan bahwa Kecamatan Mandau layak dimekarkan menjadi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mandau, Kecamatan Bathin Selapan dan Kecamatan Sutan Botuah. Sementara Kecamatan Pinggir dimekarkan jadi dua kecamatan, yakni Kecamatan Talang Mandau dan Kecamatan Pinggir.

Untuk Pansus Ranperda Penggelolaan Sampah disampaikan Anom Suroto. MenurutAnom, Pansus Ranperda penggelolaan sampah yang diajukan Dinas Pasar dan Kebersihan belum dapat menyelesaikan pembahasan Ranperda tersebut. Sementara Pansus RTRW disampaikan juru bicara Pansus RTRW, Kurnianto

Setelah mendengar semua laporan Pansus, pimpinan sidang, Indra Gunawan didampingi Hidayat Tagor Nasution tak dapat melanjutkan sidang untuk mengambil keputusan.

Sebab, dari 38 anggota Bengkalis yang tersisa, yang hadir hanya 20 orang. Dengan demikian berdasarkan jumlah anggota yang hadir rapat paripurna hanya korum untuk mendengarkan laporan Pansus, bukan untuk keputusan. Sebab, untuk mengambil keputusan jumlah anggota yang hadir harus 26 orang atau dua pertiga.

Berkurangnya jumlah anggota DPRD Bengkalis yang hadir di akhir masa jabatan, karena terpilih menjadi anggota DPRD provinsi dan ada yang berhenti disebabkan pindah partai.

"Rapat tersebut untuk menyampaikan laporan, tetapi tidak korum untuk mengambil keputusan atas hasil kerja Pansus," ujar Indra Gunawan usai paripurna.

sumber : goriau.com

kapolres meranti sambut Guru Asal Belanda dan Amerika


 

SELATPANJANG,- Kedatangan sejumlah turis asing yang berprofesi sebagai guru yang berasal dari Negara Amerika dan Belanda ke Kabupaten Kepulauan Meranti disambut hangat oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Jum’at (17/1/2014) Sore, di Pelabuhan Tanjung Harapan, Kota Selatpanjang.


Tujuan kedatangan rombongan touris asing yang terdiri dari sebagian mua’laf yang dibawa Kapolres Kepulauan Meranti adalah untuk bersama mengikuti kegiatan-kegiatan kunjungan guuru atau pelajar Korea Selatan dan guru pelajar Dharmayuda Pekanbaru di Kepulauan Meranti.


Disebutkan Pandra, direncanakan sebelum kedatangan rombongan Siswa Korsel dan Siswa Dharmayuda, Sabtu (18/1/2014) besok, terlebih dahulu pada paginya guru-guru ini akan dibawa wisata sepeda keliling kota Selatpanjang bersama personil Mapolres Kepulauan Meranti.


Kehadiran guru dari Belanda dan Amerika ini, Menurut Mantan Kepala Polisi Wisata Polda Riau itu, merupakan hasil jalinan komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat internasional, untuk itu keterlibatan semua elemen Pemerintahan, masyarakat tempatan dan pihak Kepolisian sendiri secara bersinergi dalam memberi rasa kenyamanan dan keamanan kepada mereka sangat dibutuhkan.


"Ini menyangkut image kemanan yang diberikan kepada warga asing yang datang berkunjung di Kepulauan Meranti, jika ektra keamanan dan keakraban kita berikan secara bersama-sama terhadap mereka , tentu ini akan menjadi cerita yang membawa nilai imej positif kabupaten kita di Negara mereka masing-masing," kata Pandra.


Dengan sambutan ini, Â melalui koardinator rombongan yang berasal dari Pekanbaru, Mrs Nopatakari Lahamid, rombongan ini mengungkapkan apresiasinya terhadap Pandra yang selama ini selalu menjalin komunikasi memperkenalkan Kepulauan Meranti.


Dijelaskanya, guru asal Belanda dan Amerika yang datang ke Kepulauan Meranti ini sedang mengikuti program pertukaran guru dengan guru asal Indonesia yang dikirim ke Amerika.
sumber : goriau.com

Peredaran Uang di Pekanbaru Expo 2014 Capai Rp1,5 Miliar

Peredaran Uang di Pekanbaru Expo 2014 Capai Rp1,5 MiliarPekanbaru- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, El Syabrina mengatakan transaksi selama Pekanbaru Expo tahun 2014 mencapai angka Rp1,5 milir. Acara yang menampilkan aneka produk kreatif masyarakat berlangsung pada 28 hingga 31 Agustus kemaren.

"Alhamdulillah, acara Pekanbaru Expo tahun ini berjalan dengan sukses," ujar El saat dihubungi wartawan, Senin (1/9/2014).

Dikatakan El, tingginya angka transaksi selama Pekanbaru Expo tak terlepas dari tingginya minat masyarakat terhadap produk lokal. Dimana, produk lokal asal Pekanbaru mendapat tempat tersendiri di hati pengunjung. "Bahkan, beberapa stand ada yang sudah tutup pada hari kedua. Sebab, produknya sudah terjual habis," urai El.

"Kalau dilihat, rata-rata penjualan setiap stand mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta," tambah El.

Masih keterangan El, angka transaksi tahun ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dimana, pada tahun 2013 angka transaksi hanya mencapai Rp800 juta. Artinya, ada kenaikan sebesar Rp700 juta untuk tahun 2014.

Acara Pekanbaru Expo ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, S.Si, Minggu (31/8/2014) malam. Dalam penutupan itu, Ayat menilai pameran dengan menampilkan karya lokal terbilang sukses.

"Acara ini berjalan dengan baik. Saya lihat, banyak produk asal Pekanbaru yang tak kalah dengan produk dari luar," ujar Ayat.

Ayat berharap, Pekanbaru Expo mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Kota Pekanbaru. "Semoga, acara ini membawa manfaat untuk masyarakat Pekanbaru," tutupnya.

sumber : Goriau.com

Siswa korsel Tanam Pohon di Bokor Kab. Meranti




Yena saat menanam pohon di Bokor Rangsang Barat, Meranti, Riau
SELATPANJANG,- Belasan siswa-siswi Sunrin Internet Hight School Seoul - Korea Selatan, Minggu (19/1/2014) pagi menanam pohon di Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Indonesia. Mereka diberi kesempatan menanam pohon di Bokor sebelum pulang ke Pekanbaru pada siang harinya.

Pantauan GoRiau.com pagi itu, lokasi penanaman pohon terletak di dekat sungai Bokor. Beberapa pohon yang ditanam seperti pohon nangka, durian dan lain-lain.

Sementara itu, agar teratur, pagar kayu yang digunakan untuk memagari pohon yang sudah ditanam itu diletakkan nama masing-masing siswa siswi Korea Selatan.

Menurut Yena (17) salah seorang siswi asal Korea Selatan, ketika ditemui GoRiau.com di lokasi penanaman pohon, mengatakan Ia sangat senang bisa sampai ke Desa Bokor, umumnya Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ia juga sangat senang karena diberi kesempatan menanam pohon apalagi ada namanya di pagar pohon tersebut. Yena juga senang karena masyarakatnya di Meranti ramah dan baik dalam menyambut kedatangan mereka, untuk itu Yena mengaku akan kembali ke Indonesia, karena masyarakatnya yang ramah.

"I am very happy, I got the chance to plant a tree here. I am also very happy because people are very warm and kind in welcoming us. I will come back to indonesia someday," ungkap Yena kepada GoRiau.com.

Selain menanam pohon, belasan siswa-siswi asal Korea Selatan ini disajikan permainan rakyat yaitu berlari di atas tual sagu. Tual-tual sagu itu diletakkan di dalam sungai Bokor sepanjang lebih kurang 200 meter.

Selama perlombaan lari ini, penonton juga dihiburkan dengan musik melayu penampilan dari Sanggar Bathin Galang Desa Bokor

sumber berita : Goriau.com

Bandara yang Ada di Provinsi Riau

Nama Bandara di Provinsi Riau dan Lokasinya

Nama Bandara di Riau
CEKAU.COM-Nama-nama bandar udara (Bandara) atau pelabuhan udara atau terminalnya pesawat terbang di Provinsi Riau tersebar di sejumlah Kabupaten di Riau. Nama-nama tersebut dipakai ada yang sesuai dengan daerah bersangkutan atau malah ada juga tidak hubungan nya dengan daerah bersangkutan. Tetapi nama-nama bandara di Riau ini, memiliki ukuran dan luas yang berbeda-beda pula.

Selama perkembangan wilayah, ternyata Riau memiliki perkembangan yang cukup pesat. Apalagi ketika Riau memiliki pesawat sendiri bernama Riau Air. Meski sekarang pesawat tersebut tidak tahu kabar dan keberadaannya, namun ada pula daerah yang mencoba mencari investor untuk memiliki pesawat sendiri di daerahnya tersebut.

Nama-nama Bandara di Provinsi Riau dan Lokasinya

1. Bandara Pinang Kampai di Kota Dumai

Bandar udara (Bandara) ini terletak di selatan Kota Dumai, dekat dengan kompleks perumahan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Bandara ini memiliki panjang landasan pacu 1.800 meter x 45 meter dengan tipe aspal (ASP). Bandara ini terutama sekali digunakan untuk kepentingan perusahaan minyak yang beroperasi di Kota Dumai seperti PT (Persero) Pertamina dan PT CPI.

Bandara ini dilengkapi dengan sarana dan fasilitas sebagai berikut, Navigasi non-Directional Beacon (NDB), runway light, taxiway light, apron light, hangar helikopter dan helipad. Tersedia juga depo pengisian pesawat udara berserta tankernya dan sarana pemadam kebakaran.
Bandara Pinang Kampai Dumai
Maskapai Penerbangan, Pelita Air Service disewa oleh PT CPI (penerbangan reguler DUM-PKU-HLP), Pelita Air Service digunakan oleh PT Pertamina (Persero) penerbangan reguler DUM-HLP dan Merpati Nusantara Airlines.

2. Bandara Japura di Kabupaten Indragiri Hulu

Japura adalah nama bandara domestik di Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ini. Japura pada dasarnya melayani perhubungan udara dari dan ke Kota Rengat, ibu kota Kabupaten Indragiri Hulu. Japura memiliki letak yang strategis karena dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Timur Sumatera. 
Bandara Japura Inhu
Maskapai penerbangan di bandara ini antara lain, Sky Aviation rute Pekanbaru-Dumai-Batam. Jenis bandara sipil. Ketinggian 19 m (62 f). Permukaan aspal. Landasan pacu 1.300 meter. Klasifikasi Operating Category 4. Kemampuan Operating F-27 dan sejenisnya. Luas areal bandara 1.647.100 M2.

3. Bandara Tuanku Tambusai di Kabupaten Rokan Hulu

Bandara Tuanku Tambusai di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ini adalah bandara yang terletak di Desa Danausati, Kecamatan Rambah Samo. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 1.300 x 23 m. Tuangku Tambusai adalah salah seorang tokoh pejuang dari Rokan Hulu dalam Perang Paderi di awal abad ke XIX. Pada masa itu daerah Rokan Hulu masih bagian integral dari wilayah Minangkabau di bawah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung.

Setelah jatuhnya Benteng Bonjol dan penangkapan terhadap Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1837, maka perjuangan kaum Paderi dilanjutkan oleh Tuanku Tambusai. Tuanku Tambusai sebagai panglima terakhir yang masih tersisa bersama sisa laskar Paderi bertahan di benteng terakhir kaum Paderi di daerah Dalu-dalu Rokan Hulu. Benteng ini pun akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1838 setelah digempur selama hampir 1 tahun. Dengan jatuhnya benteng tersebut, berakhirlah era Perang Paderi di seluruh wilayah adat Minangkabau.

4. Bandara Tempuling di Kabupaten Indragiri Hilir

Menyikapi konsekuensi arus globalisasi dan persaingan antar daerah, maka sarana transportasi udara yang representatif dan signifikan sifatnya sudah dirasa urgent demi membawa pengaruh terhadap moda perekonomian daerah. Karena itulah Bandara Tempuling dibangun sebagai upaya Pemkab Indragiri Hilir (Inhil) yang telah membuka isolasi daerahnya.

Bandara ini diharapkan memperlancar arus sirkulasi barang dan manusia dari dan ke Indragiri Hilir sehingga dapat meningkatkan aktifitas perekonomian serta bisa meningkatkan aktifitas perekonomian (bisnis) termasuk sektor pariwisata dan pemerintahan.
Bandara Tempuling Inhil
Mengangkat citra daerah yakni dengan posisi dan kapasitas bandara sebagai landmark. Kekuatan karakter bangunan dalam komposisi fungsi dan estetika menjadi landasan bagi eksistensi bandara. Paduan bentuk-bentuk berkonteks nilai-nilai Melayu, Islam dan modern menjadi kunci filosofi makna yang abadi. Maskapai penerbangan Aviastar.

5. Bandara Sultan Syarief Haroen II di Kabupaten Pelalawan

Bandara Sultan Syarief Haroen II terletak di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, tepatnya di komplek PT Riau Andalan Pulp and Papper (RAPP), Pangkalan Kerinci. Pesawat yang mendarat adalah sejenis Beechcraft B1900D.

6. Bandara Sei Selari di Kabupaten Bengkalis

Bandara Sei Selari dikenal juga dengan nama Bandara Sungai Pakning adalah bandara yang terletak di Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Bandara ini memiliki ukuran landasan pacu 1.900 m x 30 m. Bandara ini milik PT Pertamina.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 34 tahun 2003, penetapan sementara Bandara Sei Selari, Sei Pakning milik PT Pertamina UP II Dumai di Sei Pakning sebagai bandara khusus yang dapat melayani penerbangan kepentingan umum. Kini, Bandara Sei Salari merupakan anak usaha dari BUMD Pemkab Bengkalis, PT Bumi Laksmana Jaya. Jenis bandara khusus dan umum.
7. Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru

Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II (IATA: PKU, ICAO: WIBB) adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Pekanbaru dan sebelumnya bernama Bandara Simpang Tiga. Bandara ini memiliki luas 321,21 ha. Dalam rangka menyambut PON XVII pada tahun 2012 mendatang, bandara ini diperluas sehingga nantinya dapat menampung pesawat yang lebih besar. Bandara ini juga menjadi home-base bagi Skuadron Udara 12 TNI AU.
Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru
Pada 2009 lalu, Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II telah dimulai peluasan Bandara Sultan Syarif Kasim II oleh pihak Angkasa Pura II yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi Riau. Peluasan ini direncanakan akan diselesaikan pada akhir 2011 dan dibangun sebagai persiapan menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang akan digelar pada 2012. Peluasan ini dilakukan karena dinilai tidak lagi dapat menampung jumlah penumpang melalui menggunakan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II yang setiap tahunnya semakin meningkat.

sumber : cekau.com

Rumah makan sederhana Kini hadir Di selatpanjang


 

Selatpanjang - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, mengaku senang dan bangga dengan hadirnya rumah makan Sederhana di Kota Selatpanjang. Namun, Irwan menyarankan agar menu gulai kepala ikan yang saat ini belum tersedia, segera dilengkapi di RM bermerk di seluruh Indonesia itu.

"Gulai Kepala ikan seperti yang di RM Sederhana Batam enak, saya suka itu. Di sini harus dilengkapi juga," kata Irwan usai makan siang bersama dengan pemilik merek RM Sederhana Bustamam, dan Investor yang bekerjasama dengan RM Sederhana Agi, di Jalan Kartini, Selatpanjang, Kamis (9/1/2014).

Menanggapi ini, Bustamam, mengaku masih belum mempunyai pemasok tetap ikan dan beberapa lauk pauk seperti yang dimaksud Bupati Meranti.
"Kita di sini baru, susah juga mendapatkan ikan itu," ungkap Bustamam.
Kemudian, disarankan Irwan, manajemen RM Sederhana Selatpanjang harus menghubungi dinas kelautan dan perikanan untuk mendapatkan pasokan rutin ikan dan lauk-lauk lainnya yang dibutuhkan.

Di sisi lain, Irwan, mengatakan dengan hadirnya RM Sederhana di Selatpanjang telah membantu Pemkab Meranti di sektor kuliner yang memiliki standar nasional dan representatif.

Bupati juga mengucapkan terimakasih dan merasa bangga dengan hadirnya rumah makan yang telah dikenal dan tersebar di berbagai kota di Indonesia itu.

"Kita bangga dengan adanya RM Sederhana ini, meski harga makan memang agak tinggi, tapi kalau fasilitasnya seperti ini orang tidak keberatan," kata Irwan pula.
Pemilik merek sekaligus pendiri RM Sederhana, H Bustamam, mengungkapkan kehadiran rumah makan yang telah dirintisnya dari tahun 1972 di Jakarta itu, sengaja membuka cabang di Selatpanjang karena diajak oleh salah seorang investor setempat, Agi.

"Kita menilai Selatpanjang sangat cocok apalagi sebagai daerah yang pertumbuhan ekonomi nya terus meningkat. Sementara belum ada rumah makan yang representatif terutama bagi tamu luar yang berkunjung ke Selatpanjang," sebutnya.

Agi, pengusaha RM Sederhana di Selatpanjang, menuturkan selain melayani selera masyarakat Selatpanjang, hadirnya RM Sederhana juga dapat membuka lapangan kerja dan juga menambah pendapatan daerah melalui pajak.
"Untuk membantu daerah juga, dari hasil RM Sederhana, bisa menambah pendapatan daerah. Selain itu, menandakan bahwa kota kita ini sudah benar-benar siap bersaing," kata lelaki kelahiran Selatpanjang itu.


Rumah makan ini baru diresmikan, Rabu, (8/1) kemarin. Dan terletak di Jalan Kartini Selartpanjang, atau tepatnya di depan Swalayan 99. 

sumber berita : Goriau.com

Jelang Imlek 2014, Harus mudik ke Selatpanjang membludak

Jelang perayaan Tahun Baru Imlek, terjadi peningkatan arus penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang hingga 50 persen dari hari biasa. Terutama penumpang yang berangkat ke Selat Panjang terjadi peningkatan yang signifikan.

mudik-natal.gif
ilustrasi 
Pantauan batamtoday pada Jumat (20/1/2012), sejak pukul 08.00 WIB hingga siang pukul 12.00 WIB terlihat ratusan penumpang berbondong-bondong menaiki kapal melalui terminal keberangkatan Pelabuhan Domestik. Terutama penumpang yang hendak berangkat ke pulau-pulau seperti Selat Panjang dan ke Tanjung Batu. 
Mei, salah satu penumpang mengatakan memilih berangkat hari ini agar bisa lebih lama berada di kampung halaman untuk merayakan Imlek di Selat Panjang bersama dengan keluarga besarnya.
"Kalau berangkat hari Sabtu atau Minggu pasti padat banget penumpangnya. Kalau berangkat sekarang masih agak longgar," kata Mei yang sudah tiga tahun merantau di Batam. 
Erwin, Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang mengatakan jumlah penumpang sehari sebelumnya, Kamis (19/1/2012) sebanyak 800 orang. Untuk hari ini diperkirakan terjadi lonjakan penumpang hingga 50 persen. 
"Puncak arus mudik diperkirakan besok sama lusa. Untuk hari ini penumpang yang paling banyak itu ke Selat Panjang," ujar Erwin. 
Sedangkan untuk arus balik, diperkirakan mulai tanggal 24 Januari 2012 sampai 29 Januari 2012. Pasalnya, tanggal 30 Januari 2012 rata-rata sudah habis masa liburan. 
"Kalau arus balik biasanya dua hari setelah hari raya Imlek," kata Erwin. 
Terpisah, Hasan, Direktur MV Batam Jet juga mengatakan puncak arus mudik terjadi pada Sabtu dan Minggu. Antisipasi lunjakan penumpang pihaknya akan menyediakan tiga unit kapal tambahan dengan rute Selat Panjang dan Dumai. 
"Besok standby tiga kapal yang berangkat pukul 07.30 WIB. Dua untuk tujuan Selat Panjang dan satu kapal untuk tujuan Dumai. Diperkirakan penumpang paling banyak ke Selat Panjang, meningkat hingga seratus persen," kata Hasan.

sumber berita : batamtoday.com

Objek- Objek wisata di Pekanbaru

OBJEK WISATA DI PEKANBARU
Kota Pekanbaru memang tidak se populer kota-kota wisata lainnya seperti Jogja, Bali atau bahkan Padang. Namun Anda tidak perlu kecewa karena Pekanbaru juga memiliki Objek Wisata yang cukup menjanjikan.


Berikut beberapa Objek Wisata Pekanbaru yang-bisa dikunjungi oleh wisatawan:

1.  Mesjid Raya dan Makam Marhum Bukit serta Makam Marhum Pekan
Mesjid Raya Pekanbaru terletak di jalan senapelan Kecamatan Senapelan memiliki arsitektur tradisional yang amat menarik dan merupakan mesjid tertua di Kota Pekanbaru.
Mesjid ini dibangun pada abad VIII dan sebagai bukti Kerajaan Siak pernah berdiri di kota ini pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai sultan keempat dan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Di areal Mesjid terdapat sumur mempunyai nilai magis untuk membayar zakat atau nazar yang dihajatkan sebelumnya. Masih dalam areal kompleks mesjid, kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan sebagai pendiri kota Pekanbaru.

Marhum Bukit adalah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-IV) memerintah tahun 1766-1780 Masehi, sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun 1775 Masehi memindahkan ibukota kerajaan dari Mempura Siak ke Senapelan dan beliau mangkat tahun 1780 Masehi.

2.  Anjungan Seni Idrus Tintin
Anjungan Seni Idrus Tintin yang berdiri megah di Arena Purna MTQ yang sekarang berubah namanya menjadi komplek Bandar serai Jalan Sudirman Pekanbaru merupakan salah satu wonder building di Pekanbaru. Dengan bangunan berciri khas melayu Riau, Anjungan Seni Idrus Tintin ini lebih mirip Istana dari pada tempat pertunjukan seni.

Dengan ketinggian setara gedung tiga lantai bangunan ini menjulang tinggi dengan nilai estetika yang mengagumkan. jika anda berkesempatan untuk masuk ke dalamnya anda akan melihat terawangan yang tinggi mengarah ke langit-langit gedung.



Anjungan Seni ini juga menjadi tempat dilaksanakannya acara puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2008 yang dihadiri hampir seluruh artis perfilman tanah air dan menjadi saksi bisu kejayaan Dedi Mizwar dan Naga Bonar Jadi 2. Bahkan Anjungan Seni Idrus Tintin ini seperti berubah menjadi objek wisata karena selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk sekedar berfoto, melihat atau duduk-duduk santai di sore harinya.


Sebagai pengetahuan tambahan nama Idrus Tintin diambil dari seniman kenaam Riau. Almarhum lahir di rengat dan penerima Anugrah Sagang (Penghargaan Seni Paling Bergengsi di Tanah Lancang Kuning).

3.  Tujuan Wisata Balai Adat Riau
Wisata Budaya Pekanbaru - Balai Adat Riau juga bisa dijadikan tujuan wisata karena anda akan mendapatkan ciri khas dari adat melayu Riau. Tujuan wisata ini terletak di Jl. Diponegoro Pekanbaru ini dibangun dan didesain dengan variasi warna dan ukiran motif yang bercirikan khas Melayu. Balai Adat ini dibangun untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat resmi Melayu Riau.

Arsitekturnya yang khas melambangkan kebesaran budaya Melayu Riau. Bangunan terdiri dari dua lantai, di lantai atas terpampang dengan jelas beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Di kiri dan kanan pintu masuk ruangan utama dapat kita baca pasal 1-4, sedangkan pasal 5-12 terdapat di bagian dinding sebelah dalam ruangan utama.

4.  Museum Sang Nila Utama dan Dekranasda Riau
Museum Sang Nila Utamaterletak di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, museum ini menyimpan berbagai aneka koleksi benda-benda sen dan budaya seperti pakaian adat, gaun pengantin, permainan rakyat seperti gasing, alat-alat musik dari berbagai daerah yang ada di Riau dan benda-benda bersejarah propinsi Riau lainnya.

Tidak jauh dari dari museum Sang Nila Utama ini terdapat satu bangunan khas dengan arsitektur melayu yang kental yaitu Gedung Taman Budaya Riau, dimana gedung ini digunakan sebagai tempat untuk pagelaran berbagai kegiatan budaya dan seni melayu Riau, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Dekranasda Riau terletak di ujung jalan Sisimangaraja. Dekranasda merupakan pusat cinderamata Riau terlengkap di Pekanbaru. Di Dekranasda ini anda bisa menemukan segala macam aksesories khas melayu Riau seperti busana melayu, batik Riau, kain tenun dan songket, berbagai kerajinan kayu dan lain-lain. Jadi jika anda ingin mencari cendramata di Pekanbaru maka anda dapat mengunjungi Dekranasda.

5.  Danau Buatan Lembah Sari Pekanbaru
Wisata Danau Buatan Lembah Sari merupakan salah satu tempat wisata Pekanbaru yang bernuansa alami. Tujuan wisata yang satu ini berlokasi di Kecamatan Rumbai Pekanbaru, Riau. Limbungan adalah danau buatan berupa bendungan irigasi terletak kurang lebih 10 kilometer dari kota Pekanbaru.


Pemandangan alam sekitar Danau Buatan Lembah Sari ini memiliki panorama yang indah, sejuk, nyaman dan bukit-bukit yang ditumbuhi pepohonan, memungkinkan dikembangkan sebagai tempat atraksi wisata tirta seperti berenang, memancing, bersepeda air dan lain-lain. Saat ini banyak sekali investor tertarik ingin menanamkan modal mereka di danau ini.


Saat ini objek wisata Riau ini sedang direnovasi dengan biaya jutaan dollar guna diubah menjadi lokasi tujuan Wisata andalan Riau. Semoga lokasi Wisata Riau ini benar-benar menjadi objek Wisata Riau yang paling diminati.

6.  Alam Mayang.
Ayo Mancing di Alam Mayang Pekanbaru!. Sebenarnya salah satu tempat rekreasi top Pekanbaru ini bukan hanya tempat orang memancing tapi juga futsal, makan-makan, dan tempat melepas lelah.


Dari mulanya Alam Mayang memang disiapkan sebagai salah satu tujuan wisata andalan Pekanbaru, Alam Mayang berlokasi di Jl. H. Imam Munandar, lebih kurang 8 Km dari pusat kota Pekanbaru Kecamatan Bukit Raya. Alam Mayang nama sebuah kolam atau sarana pemancingan ikan yang berlokasi di km 8 jalan Harapan Raya, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Disini tersedia tiga buah kolam dengan luas keseluruhannya 18.560 meter dan berbagai jenis ikan seperti ikan gurami, lemak, nila dan sepat siam yang siap untuk kita bawa pulang bagi keluarga. Lebih menyenangkan lagi memancing bersama keluarga karena di areal kolam terdapat kantin kecil-kecilan. Terbuka kesempatan setiap hari bersantai di Alam Mayang dan sesekali kemampuan kita diuji pula dalam lomba memancing ikan.



Tidak hanya itu kini Alam Mayang Pekanbaru juga menyediakan tempat outbond.
Tujuan rekreasi alam ini terbukti sangat diminati bahkan warga dari luar kota Pekanbaru juga banyak berekreasi disana, karena suasananya yang sejuk dan nyaman hingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal dan kegiatan, tidak hanya untuk memancing.

7.  Taman Putri Kaca Mayang
Satu lagi tempat rekreasi favorit keluarga di kota Pekanbaru. Taman Putri Kaca Mayang, satu-satunya taman hiburan yang terletak di pusat kota Pekanbaru. Sehingga apabila hari libur seperti hari Raya Idul Fitri ini, jangan heran jiga di Bundaran Air Mancur agak macet karena banyaknya kendaraan pengunjung yang parkir dan jajaan pedagang kaki lima.

Taman Puteri Kaca Mayang berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, tepatnya di depan kantor walikota Pekanbaru. Taman Puteri Kaca Mayang ini merupakan tempat rekreasi keluarga yang berada di jantung kota Pekanbaru, sehingga mudah dicapai dengan transportasi umum yang ada.



Bagi anak-anak, arena ini cukup menarik perhatian karena di tempat rekreasi ini mereka dapat menggunakan berbagai fasilitas hiburan yang ada, seperti kolam renang, komedi putar, bombom car, dan masih banyak lagi permainan yang tentunya menyenangkan dan mengasyikkan. Untuk hari-hari libur, tempat ini selalu dipadati pengunjung yang datang baik dari kota Pekanbaru sendiri maupun dari luar daerah.

8.  Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru
Wisata Religius Pekanbaru - Mesjid Agung An-Nur Riau terletak hampir di pusat kota ini, tepatnya di Jalan Hang Tuah merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota Pekanbaru, mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas.

Masjid Agung An-Nur merupakan masjid termegah di Riau Saat ini. Selain berfungsi sebagai fasilitas ibadah masjid ini juga sebagai pusat kegiatan remaja mesjid se-Riau khususnya kota Pekanbaru.


Fasilitas Masjid Agung An-Nur Pekanbaru:
- Lantai bawah masjid merupakan tempat skretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta tempat pelaksanaan pendidikan Islam.

- Masjid ini juga tersedia fasilitas hot spot gratis tanpa bayar dan free user logon tanpa harus meminta password, jadi apabila anda bawa laptop berfasilitas Wifi anda dapat berinternet sepuasnya!.
- Di halaman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas, bila sore hari akan ramai dikunjungi masyarakat kota untuk berolahraga atau bersantai.
- Lahan Parkir Masjid Agung sangat luas, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat dan enam. Lokasinya juga aman, nyaman.
- Nama Masjid, Terdapat ambiguitas dalam penyebutan nama Masjid Agung An-Nur ini. Apakah Masjid Agung An-Nur Riau ataupun Masjid Agung An-nur Pekanbaru. Namun setelah berdirinya Masjid Ar-Raman di pusat kota Pekanbaru, maka sah-lah Masjid termegah di Riau ini menjadi Masjid Agung An-Nur Riau.

9.  Taman Marga Satwa Kasang Kulim (Kasang Kulim Zoo)
Taman Marga Satwa Kasang Kulim adalah satu-satunya kebun binatang yang terdapat di kota bertuah Pekanbaru. Menurut Agusti, pengelolanya Kasang Kulim berdiri pada tahun 1993.

Sebagaimana kebun binatang lainnya Kasang Kulim dihuni beberapa hewan yang layak dikunjungi seperti: Burung, Harimau, Singa, Gajah, Orang utan, Beruang, Rusa, Ular, Kuda Nil ,Buaya, Kera, Monyet dan yang lainnya.

Kebun binatang Kasang Kulim ini berlokasi di Desa Kubangraya, Kec. Siak Hulu, dapat dicapai dari pusat kota Pekanbaru dengan kendaraan roda dua dalam waktu tempuh 15 menit. Lokasi terhampar dilahan seluas 17 hektar yang didukung dengnan fasilitas yang memadai. Seperti: tempat parkir yang luas, taman bermain anak-anak, kolam renang, panggung untuk pertunjukan ,kolam hias dan lain-lain.

10. Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim/rindu sempadan

Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim yang merupakan sebuah tempat rekreasi bagi anak muda yang ingin bersantai-santai dan mencari udara sejuk yang dibalik rerimbunan dan pepohonan yang seakan membuat hati orang lain menjadi sejuk.

Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim yang terletak 23 kilometer dari pusat Kota Pekanbaru ini Sekilas, jalan lurus menurun terlihat sepi, namun, menyeruak ke dalam, ada ribuan orang sedang menikmati suasananya yang tenang dan tenteram.

Itulah gambaran suasana dari Rindu Sempadan. Ada kaum remaja, pelajar, juga banyak di antaranya orang-orang dewasa yang membawa anak-anak mereka untuk berkunjung. Sebagian dari mereka menikmati teduh dan sejuknya udara dibawah pepohonan, ada juga yang menikmatinya dengan bermain aneka suguhan rekreasi seperti sepeda air, bebek air atau uji nyali dan ketangkasan lewat sarana adventure seperti flying fox, elfis bridge, spider climbing, speed boat, memancing, berenang atau bahkan melihat aneka satwa asli Riau.

Dalam beberapa waktu terakhir, Rindu Sempadan memang tak lagi hanya menjadi areal peristirahatan bagi mereka yang ingin menikmati ketenangan di tengah kawasan hutan yang eksotis. Hotel ini muncul layaknya magnit baru tujuan wisata bagi warga di Kota Pekanbaru maupun Kabupaten Siak.

Ya, selama ini kita memang lebih dikenal sebagai hotel dengan konsep resort, namun, belakangan, seiring dengan tingginya kunjungan masyarakat, kita berbenah dengan menghadirkan sejumlah sarana rekreasi yang lebih menantang sebut Djauzak Ahmad, owner yang saat itu didampingi General Manager Joko S Santoso saat Riau Pos berkunjung.

Selain menyediakan sekitar 35 kamar hotel, sembilan cottage serta delapan room type cottage, kolam renang dan lapangan tenis. Saat ini Rindu Sempadan memang telah disulap menjadi arena rekreasi komplit termasuk juga untuk media edukasi bagi para pelajar dan anak-anak.

Djauzak sempat membawa Riau Pos untuk berkunjung ke arena adventure yang membuat tegang nyali, juga ke mini zoo (kebun binatang mini) yang terletak di sebelah barat Tahura SSK dan bumi perkemahan pramuka Provinsi Riau. Di sana, ada sejumlah binatang asli Riau yang ditangkar layaknya kebun binatang. Ada beruang madu, kucing hutan, buaya, kura-kura termasuk juga burung kasuari, merak, cendrawasih, elang, juga rusa air asal Pelalawan.

Tak hanya satwa yang saat ini populasinya mulai langka yang ada di kawasan seluas 67 hektare tersebut, di sana juga terdapat aneka tanaman endemis asli Riau yang cocok untuk diteliti sebagai petensi keanekaragaman hayati.

Ada banyak keistimewaan yang dihadirkan oleh Rindu Sempadan saat ini, termasuk juga rekreasi alam dengan berburu rambutan atau durian motong bila anda beruntung mendapatkan buah yang masak.

Meski lokasinya cukup jauh, namun, tak salah bila anda mencoba menikmati petualangan alam baru di Rindu Sempadan Hotel and Resort yang jaraknya juga tidak jauh dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas juga bumi perkemahan pramuka.
11. Pasar Wisata di Pekanbaru!
Tempat umum yang menjadi Objek dan Daya Tarik Wisata di Kota Pekanbaru adalah Wisata Belanja. Salah satu tempat Wisata Belanja terkenal di Pekanbaru adalah Pasar Wisata ini, setelah mengalami kebakaran keberadaan Pasar Bawah di bangun lebih representative sehingga Wisatawan lebih nyaman ketika berkunjung.

Lokasi Pasar Wisata tidak terlalu luas dan merupakan Pasar yang tertua yang pernah ada di Pekanbaru, dikatakan pasar ini merupakan cikal bakal berdirinya ibu kota Riau Pekanbaru sekarang ini, lihat saja posisinya yang berdekatan dengan sungai siak, jalur transportasi utama tempo dulu. wisata belanja ini terletak di ujung jalan A Yani,


Berbagai macam kelengkapan dijual di komplek Pasar Wisata, antara lain keperluan sehari-hari, Elektronik, Alat-alat Rumah Tangga, Pakaian juga Souvenir berupa keramik. Keramik yang dijual di Pasar Bawah banyak didatangkan dari negara-negara penghasil keramik unggulan dunia seperti Cina, Taiwan, Hongkong dan Italia. Tentu saja keramik-keramik Pasar Bawah dijual di dengan harga yang cukup kompetitif, hingga anda berpeluang untuk memilah-milahnya terlebih dahulu sebelum membelinya

Dok Kodja Bahari Bangun Bisnis Perkapalan di Batam

Dok Kodja Bahari Bangun Bisnis Perkapalan di Batam

PT Dok Kodja Bahari
PT Dok Kodja Bahari

RiauKepri. BATAM -- PT Dok Kodja Bahari, salah satu perusahaan galangan kapal terbesar mengembangkan usahanya di Kawasan Perdagangan dan pelabuhan Bebas Batam, dengan menggandeng Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering.
"Mereka sudah masuk Batam dan akan membangun perusahaan di Kawasan Kabil," kata Direktur Pelayanan terpadu satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Senin.
Ia mengatakan, perusahaan tersebut merupakan perusahaan besar dan saat ini sedang proses pematangan lahan untuk pembangunan fasilitas perusahaan.
"Perusahaan tersebut sedang reklamasi lahan. Tapi kami belum mengetahui secara pasti nilai investasi yang ditanamkannya. Yang pasti investasi tersebut menunjukkan Batam masih kondusif," kata Djoko.
Djoko berharap, kondisi Batam terus terjaga agar semakin banyak investor menanamkan modal dan menyedikan banyak lowongan kerja baru.
Sebelum mengembangkan usaha di Batam, perusahaan tersebut memproduksi kapal untuk kebutuhan pertahanan dan angkutan. Namun Djoko belum mengetahui jenis kapal apa yang akan dibangun di Batam.
Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI, Agus Hermanto di Batam mengatakan perusahaan tersebut merupakan galangan terbesar di Asia Tenggara.
Menurut Hermanto, PT Dok Kodja Bahari dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, akan membangun perusahaan diatas lahan 40 hektare.
"Investasi ini mendorong daya tarik Batam, khususnya dibidang perkapalan. Saat beroperasi, perusahaan akan menampung ribuan tenaga kerja," kata dia.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), saat ini ada sebanyak 250 galangan kapal di Indonesia. Sekitar 70 galangan kapal berada di Batam yang memang menjadi lokasi favorit lantaran kedekatan geografis dengan Singapura.
Industri perkapalan saat ini juga menjadi industri terbesar di Batam meski hanya ada beberapa perusahaan besar yang membangun usaha di kawasan perdagangan bebas tersebut.

Meranti Bangun Gedung LAMR Baru

Meranti akan bangunn Gedung LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau)

Riau-kepri. Kondisi gedung Lembaga Adat Melayu Riau di Alai ibukota Kecamatan Tebingtinggi Barat, memprihatinkan. Dinding terkelupas dan plafon yang rusak membuat bangunan tua itu seram seperti bangunan kuno. Karena itu Pemerintah Kepulauan Meranti akan membangun gedung baru. “Saya minta gedung ini dibangun sesuai kondisi zaman sekarang. Sebab kalau hanya merehab saja tidak akan sempurna lagi. Untuk itu bangunan harus dibuat permanen dengan arsitektur yang disesuaikan dengan adat dan budaya Melayu," tegas Bupati Meranti Irwan Nasir, belum lama ini.
Bupati datang ke Kecamatan Tebingtinggi Barat bersama Kepala Disbudparora Ishak Izrai, beberapa kepala SKPD, anggota DPRD M Jufri dan Falzan Surahman mengatakan, mendukung rencana pemerintah tersebut.
"Karena gedung LAMR tersebut dapat menggambarkan bagaimana kita mencintai budaya Melayu," sebutnya.
Dikatakan Jufri dan Falzan, kondisi gedung LAMR yang selama ini tidak pernah diurus dengan baik, harus mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten.
Dimanfaatkan Warga
Kepala Disbudparpora Kabupaten Kepulauan Meranti Ishak menyebutkan, setelah gedung LAMR diganti dengan bangunan baru, akan dapat dimanfaaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat. Terutama penggiat budaya dan adat Melayu. Sehingga program pembinaan adat, seni dan tradisi budaya dapat dipertahankan.
Menurut Ishak, budaya Melayu di kalangan masyarakat khususnya generasi muda saat ini sudah mulai terkikis oleh pengaruh budaya asing. Ke depan pemerintah akan berupaya melakukan penggalian dan pembinaan budaya itu, sehingga dapat dilestarikan oleh generasi muda bangsa baik dalam keperluan penelitian maupun sebagai jati diri,” imbuhnya.
Ditambahkannya, sarana gedung LAMR sangat tepat untuk merancang berbagai kegiatan budaya yang diselaraskan dengan visi dan misi Kabupaten Meranti. Sehingga budaya lokal tidak akan hilang oleh berbagai budaya asing yang masuk saat ini.(jos) haluan riau

pelabuhan dorak selatpanjang di gesa pengerjaannya

Realisasi Dilapangan Masih Minim

SELATPAJANG – Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti mendesak agar Pemkab Kepulauan Meranti  menggesa pengerjaan pembangunan Pelabuhan Dorak yang berada disisi darat.  Sesuai dengan master plan bahwa pembangunan Pelabuhan Dorak pada tahun 2014 pembangunan Pelabuhan Dorak ini harus sudah tuntas. Karena pada tahun 2015 nanti akan dioperasikan.
Namun melihat aktifitas pengerjaan dilapangan masih minim, jelas ini tidak akan terwujud. Desakan ini datang dari Ketua Koisi II DPRD Kabupaten  Kepulauan Meranti Basiran Sarjono,SE,MM, Rabu (11/9). Ia  mengatakan realiasi pengerjaan pembangunan Pelabuhan Dorak untuk tahun anggaran 2013 masih minim. Dari total alokasi anggaran 50 miliar rupiah yang diangarkan di APBD tahun 2013 belum memenuhi target.

Sementara waktu efektif penggunaan angaran untuk tahun 2013 sudah memasuki bulan Septermber, artinya tinggal menghitung hari menjelang masa ahir tahun. “Idealnya, realisasi serapan penggunaan anggaran sudah mencapai 30-40 persen. Namun, dari hasil evaluasi pengerjaan di lapangan baru mencapai 10-15 persen. Untuk itu, kita minta agar satker terkait menggesa pihak rekanan untuk bekerja lebih keras agar bisa berjalan maksimal” ungkap Basiran Sarjono.

Pelabuhan Dorak lanjut Basiran, merupakan sarana fital untuk menunjang posisi Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai kawasan niaga masa depan. Sebagai gerbang ekonomi, idealnya pelabuhan Dorak sudah harus beroperasi pada tahun 2015 sebagaimana yang dibentangkan Pemkab dalam masterplan pembangunan pelabuhan tersebut. Tapi mengacu pada realiasinya, komisi II khawatir sulit untuk teralisasai.  Ini harusnya menjadi bahan evaluasi pihak satker terkait untuk lebih memaksimalkan pelaksanan pengerajaan pembangunan  kawasa pelabuhan Dorak.

Belum Ada Pencairan

Ditempat terpisah Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten  Kepulauan Meranti Azmi Ibrahim, Rabu (11/9) mengatakan pihaknya terus meningkatkan pengawasan pelaksanaan pengerjaan di lapangan terhada pengerjaan sisi darat Pelabuhan Dorak. Untuk tahun 2013 ini, dialokasikan sebesar Rp50 miliar yang meliputi item pengerjaan penimbunan kawasan pelabuhan Dorak. Dari  hasil evaluasi dilapangan, memang realisasinya belum berjalan maksimal. Diperkirakan realisasi pengerajan dilapangan baru berjalan 10 persen. Meskipun demikian, pihaknya tetap optimis rekanan kontraktor  mampu mengerjakan seluruh rangkian item pengerjaan selesai 100 persen sesuai batas waktu pengerjaan per 25 Desember 2013.

“Kita tetap optimis, pengerjaan dilapangan akan selesai sesuai dengan jadual. Dan untuk serapan, sampai hari ini belum ada pencairan dalam realisasi pengerjaan pembangunan Pelabuhan Dorak untuk tahun anggaran 2013. Realisasi pengerajan fisik dilapangan beru mencapai 12- persen” ungkap Azmi Ibrahim
 
sumber : haluankepri

objek-objek wisata yang ada di kabupaten karimun

Pantai Pelawan


Pantai ini terletak di Pangke, Meral, Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Pantai Pelawan merupakan salah 1 dari 2 pantai yang ada di Desa Pangke. Pantai Pelawan terletak lebih kurang 5km dari kantor desa Pangke. Objek wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat kabupaten Karimun pada akhir pekan ini termasuk kedalam wilayah RW 04 RT 03 Kampung Tengah Barat III.
Objek wisata Pantai Pelawan ini merupakan pantai yang mampu menarik banyak wisatawan bukan hanya wisatawan dalam negeri, namun juga wisatawan mancanegara. Sehingga objek wisata tersebut menjadi penopang perekonomian banyak warga yang tinggal disekitar pantai tersebut dengan menjajakan fasilitas seperti jajanan serta pelampung bagi wisatawan.

Pantai Pongkar


Pantai Pongkar merupakan salah satu pantai terbaik yang dimiliki Karimun. Pasir Pantai Pongkar berwarna putih dan terletak di Kecamatan Tebing. Obyek wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan transportasi lokal seperti taksi, bus, dan kendaraan roda dua lebih kurang  30 menit dari kota Tanjung Balai Karimun. Di sekitar objek terdapat panggung untuk atraksi kesenian daerah dan guest house untuk wisatawan yang ingin beristirahat atau menikmati suasana pantai lebih lama.

Air Terjun Pongkar Kecamatan Tebing

Air Terjun Pongkar adalah tempat menarik yang berdekatan dengan Gunung Jantan. Terletak di hutan lindung. Dari Tanjung Balai Karimun menuju Air Terjun  dapat dicapai dengan taksi, bus, atau bersepeda motor sekitar 30 menit dari Tanjung Balai Karimun. Terdapat rumah makan, taman rekreasi dan kolam renang yang kecil di sekitar air terjun. Taman rekreasi dan air terjun ini selalu dikunjungi oleh wisatawan asing dan lokal untuk bersantai. Untuk dapat mencapai ke lokasi Air Terjun, pengunjung harus berjalan menyusuri bukit yang mendaki. Di sepanjang jalan menuju lokasi Air Terjun bisa dijumpai sungai-sungai kecil yang airnya jernih.

Pantai Lubuk



Keistimewaan Pantai Lubuk adalah mempunyai kondisi alam yang berbeda dari pantai lainnya yang ada di Kabupaten Karimun yaitu terdapat batu-batu besar dan banyak dijumpai hutan mangrove di sekitarnya. Pantai Lubuk terletak di wilayah Kecamatan Kundur. Untuk dapat mencapai pantai ini dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dari kota Tanjung Batu dengan menggunakan motor atau mobil. Namun dapat juga ditempuh dari Tanjung Balai dengan menggunakan speed boat atau ferry dengan cara mencarter, dengan waktu tempuh sekitar 60 menit.

Pantai Telunas



Pantai Telunas memiliki daya tarik tersendiri yaitu memiliki pemandangan yang indah, airnya kebiruan dan terdapat cottage yang terbuat dari kayu-kayu yang diambil dari hutan sekitarnya. Karena terbuat dari kayu-kayu, maka tinggal di cottage tersebut akan terasa lebih nyaman dan segar. Untuk dapat mencapai pantai ini dapat menggunakan perahu atau speedboat dari Tanjung Balai selama kurang lebih 45 menit.

Pantai Sawang

Pantai Sawang terletak di Kecamatan Kundur Pulau Kundur. Pantai Sawang memiliki pemandangan yang sangat unik yaitu pantainya cukup panjang dan  sekitar pantai berbatasan dengan perkampungan yang sebagian besar penduduknya bercocok tanam atau nelayan. Keunikan lainnya adalah pengunjung dapat membeli telur itik untuk oleh-oleh sekembalinya dari Pantai Sawang.

Misteri Batu Limau


Disebut dengan Misteri Batu Limau karena ada sebuah batu yang bentuknya menyerupai sebuah limau. Namun di kawasan ini juga banyak dijumpai batu-batu besar dengan bentuk-bentuk unik. Menurut penuturan masyarakat sekitarnya, batu-batu tersebut memiliki petuah dan legenda. Untuk dapat mencapai kawasan ini dapat menggunakan perahu pancung selama 10 menit dari Pulau Kundur ke Pulau Unggar, kemudian untuk dapat mencapai  Desa Ale dibutuhkan waktu sekitar 20 menit. Jenis-jenis bebatuan yang memiliki bentuk-bentuk unik tersebut antara lain berupa batu kelamin pria, batu kelamin perempuan, batu panci, batu lesung, batu bilik kamar, batu pengantin, batu sendok dan batu limau.

Kawasan Wisata Bukit Gading

Kawasan wisata Bukit Gading terletak di Desa Gading Kecamatan Kundur. Keunikannya pantai ini yaitu terdapat hutan mangrove yang lebat dan memiliki ruas pantai sepanjang 600 meter dengan pasir putih yang membentang dan lokasinya berada di bawah perbukitan. Selain itu, untuk dapat mencapai pantai ini, harus menuruni tangga yang cukup menantang.
Perkebunan Buah-buahan

Karimun memiliki kawasan agro wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satu kawasan agro wisata yang dapat dikunjungi adalah agro wisata di Kecamatan Kundur Barat. Di Agrowisata ini pengunjung dapat menemukan hamparan buah-buahan seperti nenas, pisang, mangga, rambutan dan jeruk. Untuk dapat mencapai kawasan ini pengunjung dapat menempuh  perjalanan selama 1 jam  dari Tanjung Balai dengan menggunakan ferry untuk sampai di Pelabuhan Kundur.

Selain tempat-tempat peninggalan sejarah dan obyek wisata seperti tersebut di atas,  ada berbagai even menarik yang diselenggarakan sepanjang tahun di Karimun. Diantaranya Festival Dangkong dan Lomba Sampan Layar. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang bersifat promosi. Kegiatan-kegiatan itu juga diadakan tidak hanya untuk menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya Kabupaten Karimun sebagai bagian dari budaya nasional. Namun juga sengaja diadakan untuk menarik minat wisatawan baik domestik maupun asing.
Festival Dangkong


Acara ini banyak diikuti oleh peserta dari mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan beberapa daerah di Kepulauan Riau. Pada festival ini pengunjung dapat menikmati sajian tarian, olah vokal dan musik Melayu dari para seniman, koreografer dan musisi yang menyuguhkan karya-karya terbaiknya.
Lomba Sampan Layar



Pada awalnya merupakan permainan rakyat yang tinggal di sepanjang pantai di Karimun dan menjadi tradisi bagi masyarakat Melayu yang hidupnya menggantungkan diri sebagai nelayan.  Kini,  menjadi agenda sepanjang tahun. Lomba Sampan Layar sering diadakan setiap perayaan 17 Agustus atau Hari Ulang Tahun Kemerdekaan. Jumlah orang yang ikut berlomba dalam 1 perahu mulai dari 5 orang, 7 orang, 9 dan 12 orang.

Prasasti Pasir Panjang

Prasasti Pasir Panjang merupakan peninggalan bersejarah berupa batu tertulis. Tulisan yang terdapat pada batu ini terdiri dari tiga baris. Tulisan yang tertera merupakan aksara nagari dan berbahasa Sansekerta. Dari tulisan yang terdapat pada batu ini para ahli menyimpulkan bahwa tulisan itu mengandung arti “Pemujaan  kepada Sang Budha melalui Tapak KakiNya”. Prasasti ini dipercaya berasal dari abad IX-X Masehi. Sementara itu ada juga yang berpendapat berasal dari abad ke XI dan XII.
Prasasti Pasir Panjang terletak di lereng bukit batu granit di wilayah Desa Pasir Panjang. Prasasti ini ramai dikunjungi oleh turis dalam dan luar negeri. Bahkan banyak para peneliti yang mempelajarinya. Di samping itu prasasti tersebut dianggap tempat keramat bagi umat Budha sehingga ramai orang Tionghoa yang datang berziarah guna keselamatan dan meminta berkah. Prasasti ini merupakan potensi wisata yang sudah dikembangkan dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun.

Mesjid Meral



Mesjid Meral merupakan salah satu peninggalan sejarah yang berada di Karimun. Mesjid Meral bergaya arsitektur khas Melayu dan berusia ratusan tahun, tepatnya dibangun pada tahun 1301 Masehi. Untuk menuju mesjid diperlukan sekitar 10 menit dari kota Tanjung Balai.


Mesjid Buru
Mesjid Buru merupakan mesjid yang tertua di daerah Karimun. Mesjid ini lebih dikenal dengan sebutan Mesjid Buru karena terletak di Pulau Buru. Mesjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdurrahman Muazamsyah (1883-1911). Jadi, mesjid ini sekarang sudah berusia lebih dari seratus tahun. Tidak diketahui secara pasti tahun berapa mesjid ini mulai didirikan. Mesjid Buru terletak di Desa Buru. Pada saat ini mesjid masih berfungsi dengan baik dan dapat menampung sekitar 100 orang jamaah.

Kelenteng Tua

Kelenteng yang terdapat di Pulau Buru ini merupakan tempat sembayang bagi umat Budha di Pulau Buru dan sekitarnya. Kelenteng ini merupakan  tempat peribadatan pertama yang didirikan di Pulau Buru. Bangunannya terbuat dari batu dan semen. Menariknya, kelenteng ini letaknya berdekatan dengan Mesjid tertua Karimun di Pulau Buru. Sehingga dapat dikatakan toleransi antar umat beragama di Karimun sudah terjalin sejak lama.


Sumur Tua

Sumur tua di Pulau Buru ini memiliki keunikan yaitu mata airnya tidak pernah kering dalam kondisi cuaca apa pun. Sehingga airnya tetap dapat dijumpai dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk keperluan lainnya bagi sebagian masyarakat yang mempercayainya.






 
Copyright © riaukepri - All Rights Reserved
Template Craeted by : Agoengsang
Proudly Powered by Blogger